10 Aturan Konten Aman Monetisasi YouTube - Ninura
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

10 Aturan Konten Aman Monetisasi YouTube

10 Aturan Konten Aman Monetisasi YouTube - Halo para pejuang rupiah. Adakah diantara kamu yang ingin mencoba berpenghasilan dari YouTube? Jika iya, maka ada baiknya kamu mengetahui jenis konten seperti apa yang ingin kamu buat. Apakah tipe konten yang kamu buat sesuai dengan ketentuan YouTube? Jangan sampai sudah capek-capek buat konten, ehh, dapet dollar merah atau dollar kuning, kan sebel.

Untuk itu, pahami dulu jenis-jenis konten yang aman untuk monetisasi YouTube dan sesuai dengan pedoman konten YouTube dan Google.


1. Tidak Melanggar Hak Cipta

Hal yang paling pertama dan utama untuk diperhatikan adalah tentang hak cipta. Apakah konten kamu melanggar hak cipta seseorang? Misalnya kamu menggunakan musik, pastikan musik kamu tidak melanggar hak cipta dari si pembuat musik.

Atau misalnya kamu menyadur video dari orang lain, pastikan bahwa pemilik dari video yang kamu sadur tidak bermasalah akan hal itu. Karena sekarang, YouTube sangat ketat perihal hak cipta ini.

Seringkali video kita tidak dihapus oleh YouTube, hanya saja keuntungan dari pemutaran video itu tidak bisa kita peroleh dan dialirkan pada orang-orang yang kita langgar hak ciptanya di video kita tersebut.

Itu lebih menyakitkan ketimbang dihapus, percayalah.

Maka dari itu, PERHATIKAN BAIK-BAIK mengenai hak cipta ini.


Cara mengetahui perizinan dari konten

Kamu bisa mencari tahu apakah konten teks, audio atau visual yang mau kamu gunakan bebas guna atau tidak dari license di bagian deskripsi. Seharusnya disana tercantum.

Jika tidak ada, kamu bisa menghubungi pemilik konten dan bertanya langsung, apakah kontennya boleh disadur untuk keperluan YouTube atau tidak? Dan jika tidak mendapatkan respon, alangkah lebih baik untuk menganggap itu sebagai jawaban tidak.

Kamu bisa sebenarnya tetap menggunakan konten tersebut tanpa izin, namun kamu harus siap menerima dollar kuning di video kamu tersebut.

Dan saya akan lebih menyarankan kamu menggunakan properti yang bebas hak cipta seperti audio dari YouTube Audio Library, ataupun konten Creative Commons.


2. Tidak Spamming

Istilah spamming ini sebenarnya umum sekali. Hampir di semua platform aturan seperti ini diberlakukan. Hal ini dikarenakan aktivitas spamming merupakan aktivitas yang mengganggu bagi pengguna lain dan tentu mengganggu server dari platform.

Adapun untuk konten di YouTube, istilah spamming berlaku untuk video-video yang diunggah secara berulang-ulang.

Memang hal seperti ini pernah terjadi di YouTube?

Mungkin sekarang nggak, tapi dulu, ada orang-orang yang upload video yang sama dengan sedikit perubahan judul dan thumbnail. Adapun isi video-nya adalah presentasi produk.

Makanya, ini aturan kedua yang perlu kita patuhi. Sederhana kok, pastikan tidak upload video yang sama berulang-ulang. Kalau video-nya sebagai cropping atau materi dari video kamu itu bukan masalah, sih.


3. Tidak Menjanjikan Apapun ke Penonton

Hal ketiga yang harus kita ketahui tentang konten yang aman untuk monetisasi YouTube adalah konten yang tidak menjanjikan apapun kepada penonton.

Yang dimaksudkan dengan menjanjikan adalah seperti ini:

  • Judul video: "Cara Jitu Menang Judi Sabung Ayam..."
  • Thumbnail: "Gambar uang bertumpuk/ berceceran"

Dan juga konten yang memberi pemahaman tertentu kepada pengguna YouTube termasuk ajakan untuk klik iklan dan jangan skip iklan sebenarnya. Konten yang ada muatan seperti ini bisa jadi tidak aman untuk monetisasi, bahkan bisa sampai channel kamu ditutup karenanya.

Untuk poin yang ketiga ini, intinya adalah:

  1. Hindari ajakan-ajakan untuk keluar dari YouTube (misal: mengakses situs tertentu)
  2. Hindari ajakan untuk klik iklan dengan iming-iming hadiah
  3. Hindari konten menyesatkan seperti cara cepat kaya, cara sukses, cara cepat terkenal, cara menggandakan uang, dan lainnya.
  4. Hindari ajakan dengan keuntungan seperti Sub4Sub, Like4Like, View4View dan lainnya.
Kalau misalnya kamu bisa mengaplikasikan poin-poin di atas, maka bisa dipastikan konten kamu sudah aman dari kategori menjanjikan sesuatu pada penonton dan menyesatkan penonton.

4. Konten yang Berisi Informasi Invalid

Kalau kamu menjadi Youtuber, maka kamu sudah bisa dibilang menjadi seorang influencer juga. Yang dimaksud dengan influencer adalah orang yang berpengaruh atau didengar oleh orang lain. Maka dari itu, kamu harus bisa pastikan informasi yang kamu bagikan adalah informasi yang valid.

Jangan sampai kamu sama seperti Emak-emak WhatsApp yang baru nerima kabar burung langsung share group keluarga sambil bilang "astadjim! kiamat sudah dekat!"

Kamu harus memverifikasi setiap informasi yang ingin disampaikan. Caranya mudah, cukup cari artikel yang membahas tentang itu, pastikan dari artikel yang kredibel seperti situs berita atau Wikipedia. Setelah itu, ambil bagian informasi yang kamu butuhkan.

Dengan begitu, kamu punya landasan atas informasi yang kamu akan sampaikan.


5. No Vokep/ Konten Dewasa/ Porno

Entah bagaimana, mungkin masih banyak yang belum bisa membedakan antara YouTube dan YouP*rn. YouTube adalah jejaring sosial berbasis video dengan slogan awal, "Broadcast yourself."

Suatu media yang sangat positif sekali. Jadi, jangan sampai kamu yang ingin jadi YouTuber, memasukkan unsur-unsur Bokep/ konten dewasa/ porno ke YouTube.

Mengenai definisi konten dewasa ini sebenarnya pihak YouTube masih agak susah membedakan karena kalau memang mengekspos bagian-bagian tubuh tertentu seperti bokong dan payudara termasuk konten dewasa, maka banyak sekali video rapper seperti Nicky Minaj, Ariana Grande, dan penyanyi Amerika lainnya yang harusnya tidak lulus sensor.

Di Indonesia sendiri ada beberapa content creator yang memakai konsep serupa, seperti Nikita Willy (entertainer) dan Kimihime (gamer). Thumbnail payudaranya harusnya bisa digolongkan dewasa, tapi toh aman aja tuh.

Yang jelas, konten yang bermuatan seksual dilarang di YouTube. Jadi kalau ada konten yang berupa hubungan kelamin manusia dengan manusia (mau itu normal cowo-cewe ataupun sesama jenis), manusia dengan makhluk lain, dilarang keras di YouTube dan bisa berakibat ditutupnya channel dan akses ke YouTube bila melanggar.

Ekstrem nggak tuh?


6. Tidak Menggunakan Kata Kasar

Secara eksplisit, pihak YouTube tidak menjelaskan apa-apa saja yang boleh dan tidak boleh. Tapi jika dalam bahasa Inggris, penggunaan kata: "Fuck", "Bitch", dan kata-kata lain yang bermakna umpatan dilarang di YouTube.

Namun untuk di Indonesia, penggunaan kata kasar ini masih kurang jelas. Kata "Anjing" pun bagi sebagian masyarakat adalah kata kasar sedang untuk sebagian lainnya itu biasa saja.

Tapi sebagai content creator yang baik, tentu ada baiknya kamu membiasakan diri untuk tidak menggunakan kata-kata kasar dalam kontenmu. Selain untuk menghargai aturan yang berlaku di YouTube, kamu juga membantu komunitas YouTube untuk menjaga budaya dan aturannya.


7. Konten Eksplisit dan Berbahaya

Konten eksplisit adalah konten yang terlalu terbuka dan tidak aman untuk ditonton oleh sebagian orang. Konten yang berisikan darah, adegan penyiksaan, adegan berbahaya, sangat tidak aman untuk monetisasi.

Biasanya konten-konten seperti itu akan digolongkan sebagai konten restricted yang tidak bisa ditayangkan iklan.

Jadi, kalau kamu mau mencari uang di YouTube, hindari membuat konten-konten seperti itu karena tidak akan yang bisa dimonetisasi.


8. Konten yang Menghasut/ Provokatif/ Menghina

YouTube berusaha menjadi media yang netral bagi semua orang. Semua orang punya hak yang sama di YouTube, terlepas apakah itu individu ataupun perusahaan. Namun, YouTube sangat membenci konten-konten yang bersifat menghasut, provokatif, atau menghina seseorang atau kelompok.

Maka dari itu, jika kamu membuat konten bertemakan misuh-misuh, pastikan konten kamu tidak menghasut orang untuk membenci atau menghina orang dengan tujuan menjatuhkan.

Ingat, posisikan dirimu sebagai influencer dan media. Kamu akan menjadi sumber informasi untuk audience kamu dan informasi yang provokatif dapat berimbas negatif pada objek yang dituju.

Nggak sedikit kasus provokasi yang berakhir dengan eksekusi (aksi nyata).

Makanya, hindari tipikal konten seperti itu.


9. Konten berisikan Narkoba/ Senjata Api/ Tembakau/ Rokok

Satu lagi hal yang sebenarnya sudah berhasil dipatahkan oleh sebagian YouTuber adalah konten tidak boleh berisikan narkoba/ senjata api/ tembakau atau rokok.

Sebenarnya aturan ini bukanlah aturan yang dilarang di YouTube, namun ini aturan yang diberlakukan jika video kamu ingin dimonetisasi.

Video yang mengandung hal-hal tersebut akan digolongkan sebagai video restricted dan tidak akan mendapat tayangan iklan sama sekali.

Maka dari itu, pastikan kamu mengidentifikasi baik-baik isi konten kamu kalau tujuan kamu adalah monetisasi YouTube.


10. Konten Tentang Isu Terbaru/ Kontroversial

Isu Kontroversial YouTube
Gambar diambil dari support.google.com

Memang benar salah satu strategi marketing yang sangat dianjurkan adalah memanfaatkan isu terkini atau isu yang sedang kontroversial dengan membuat konten terkait isu tersebut.

Namun YouTube secara tegas menyatakan bahwa konten-konten seperti itu tergolong sebagai konten yang sensitif dan bisa jadi berbahaya. Maka dari itu, konten yang membahas isu terbaru sangat rentan dollar kuning.

Jika kamu mau cari aman, buatlah konsep video yang tidak bersinggungan dengan topik-topik seperti yang ada di gambar tabel di atas.


Itulah kiranya 10 aturan dasar dalam membuat konten video agar video-video kita aman untuk monetisasi YouTube. Jika kamu mengikuti kesepuluh aturan tersebut dengan baik, harusnya tidak ada alasan bagi YouTube memberikan dollar kuning pada kontenmu.

Namun ini tidak mutlak, masih ada beberapa pertimbangan lain dari YouTube yang bisa mengakibatkan ditutupnya channel ataupun dollar merah. Untuk hal tersebut akan saya ulas di lain artikel.

Jika ada yang ingin disampaikan, silahkan sampaikan melalui kolom komentar di bawah. Semoga bermanfaat.

NOTE

Informasi yang terdapat pada artikel di atas bersifat tidak tetap dan bisa saja tidak lagi valid sewaktu-waktu. Jika ada informasi baik teks, gambar ataupun media lain yang tidak sesuai (beda tampilan misalnya), silahkan beritahu melalui kolom komentar agar artikel di atas dapat di-update. Terima kasih.

Nisfa Nurfadilah Rachmaniar
Nisfa Nurfadilah Rachmaniar Halo, saya Nisfa. Saya adalah pengelola dari Ninura, sebuah online shop yang sekaligus media informasi dan hiburan melalui beberapa anak situsnya. Salam kenal, dan semoga betah di Ninura.

Berlangganan via Email