Skip to HeaderSkip to PostSkip to Footer

Apakah Mimisan Membatalkan Wudhu?

Daftar Isi

    Apakah Mimisan Membatalkan Wudhu? - Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Bismillahirrahmannirahim

    Beberapa waktu yang lalu saya punya satu pertanyaan yang sebenarnya sederhana tapi menurut saya cukup bermanfaat untuk sayat share. Pertanyaan tersebut adalah:

    Apakah mimisan membatalkan wudhu?

    Pertanyaan tersebut muncul karena saya menemukan seorang anak yang tiba-tiba mimisan ketika sholat dzuhur dan karena mimisan tersebut dia pun langsung lari dan membatalkan sholatnya.

    Karena itulah saya ingin tahu, apakah mimisan membatalkan wudhu? Dan, apakah mimisan membatalkan sholat? Dan dari pertanyaan tersebut saya pun sampai (puas) dengan jawaban yang saya dapatkan. Berikut adalah jawaban yang saya temukan.

    Jawaban

    Berdasarkan beberapa sumber yang saya temukan, ada yang beranggapan membatalkan ada juga yang tidak. Saya pun mengambil pendapat bahwa mimisan tidaklah membatalkan wudhu karena hal apapun yang keluar selain dari kelamin dan dubur (anus) tidak membatalkan wudhu. Jadi, baik darah yang keluar dari hidung (mimisan), keringat, maupun muntah tidaklah membatalkan wudhu.

    Adapun pertanyaan yang berkenaan dengan mimisan adalah apakah pakaian menjadi najis bila terkena darah dari mimisan? Maka pendapat yang saya ambil adalah bahwa pakaian kita tidaklah najis tapi tetap perlu dibersihkan terlebih dahulu sebelum mengerjakan sebuah ibadah (seperti sholat). Adapun dibersihkan adalah agar tidak mengganggu orang lain dan tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan (seperti aroma yang tidak sedap).

    Namun, jika memungkinkan, alangkah lebih baik bila pakaian tersebut diganti dengan yang suci (bersih) agar tidak menimbulkan kekhawatiran baik pada pengguna baju ataupun orang lain.

    Hal tersebut didasarkan pada kisah sahabat Umar bin Khattab radiyallahuanhu yang tetap melanjutkan sholat-nya hingga tuntas kala bajunya berlumuran darah akibat ditusuk oleh Abu Lu’luah laknatullahu pada saat sholat subuh.

    Wallahu’alam bishshawwab.

    Penutup

    Konten ini hanyalah catatan/ rangkuman dari hasil penelusuran dan pembelajaran saya secara mandiri. Jika ada yang salah mohon dikoreksi. Bila teman-teman punya pendapat lain, jangan sungkan untuk mendiskusikannya melalui kolom komentar di bawah. Semoga tulisan ini ada manfaatnya. Terima kasih telah berkenan membaca dan sampai jumpa di tulisan saya lainnya.


    Referensi:
    • https://muslimafiyah.com/shalat-dengan-darah-di-baju.html
    • https://kesehatanmuslim.com/apakah-mimisan-membatalkan-wudhu/
    • https://islamqa.info/id/88040
    • https://rumaysho.com/940-dalil-ulama-yang-menganggap-darah-tidak-najis.html

    Komentar

    Posting Komentar

    Harap berikan komentar yang relevan dengan topik tulisan.
    Jangan menyertakan link yang tidak berhubungan dengan konten tulisan. Apabila komentar mengandung link (apalagi yang tidak relevan), maka komentar akan dihapus.
    Budayakan sopan santun, hindari penggunaan bahasa yang provokatif, SARA, pornografi.
    Kritik dan saran yang membangun untuk konten ataupun untuk blog sangat berarti bagi Ninura.