Cara Menerapkan Metode ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) di Blog - Ninura
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Cara Menerapkan Metode ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) di Blog

Cara Menerapkan Metode ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) di Blog - Buat kamu yang senang nge-blog dan mencoba peruntungan dalam dunia blogging melalui iklan seperti AdSense, pasti kamu pernah mengalami masa stuck dimana kamu kehabisan ide untuk menulis.

Pada saat itu pasti kamu kepikiran 2 hal:

  1. Libur bikin konten
  2. Tiru konten orang (plagiat)

Kalau solusi kamu adalah meniru konten orang lain, pikirkan lagi! Saya sendiri MELARANG KERAS kamu melakukan itu. Banyak sharing dari blogger-blogger senior yang mendapat komplain karena ketahuan menjiplak konten orang lain.

Kamu bisa baca artikel dari salah seorang blogger senior yang curhat tentang kontennya yang dicuri (dicopy total) oleh seseorang disini.

Kalau solusi yang kamu ambil adalah libur bikin konten, kamu harus pertimbangkan lagi. Karena dampaknya adalah ke habit.

Kalau kamu terbiasa nulis sehari satu konten atau artikel tiba-tiba berhenti, kamu bisa berhenti nggak sehari dua hari, loh. Bisa jadi sampai berbulan-bulan dan akhirnya kamu males nge-blog. Ini berdasarkan pengalaman pribadi saya pada tahun 2014 ketika saya berhenti nge-blog karena mengenal dunia game online.

Maka dari itu, saya sangat menyarankan untuk tidak berhenti menulis (kecuali emang suntuk banget atau lagi sibuk banget) dan coba terapkan metode ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) untuk membuat konten di blog kamu.

Untuk lebih jelasnya tentang metode ATM ini, silahkan baca penjelasan singkat berikut ini.

1. Amati

Tahap "Amati" ini berhubungan dengan riset. Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah melakukan riset keyword untuk kata kunci yang kamu inginkan.

Untuk melakukan riset ini bisa memakan waktu 10 menit sampai 2 jam tergantung bagaimana kamu berpikir dan mengkonsep ide tulisan kamu.

Menurut pengalaman saya pribadi, untuk proses riset keyword ini saya biasa menghabiskan waktu 10-20 menit saja.

Setelah kamu menemukan keyword target untuk artikel yang ingin kamu buat, langkah selanjutnya adalah melakukan riset kompetitor.

Caranya mudah, kamu tinggal masukkan kata kunci yang kamu target di Google. Setelah itu, kamu lihat website-website yang mejeng di halaman pertama hasil pencarian Google.

Kamu buka website-website yang ada di halaman tersebut (ada 10 halaman).

Kalau kamu malas membuka semuanya, buka saja top 3 (3 teratas) atau kalau kamu benar-benar malas untuk membuka dan membaca artikel kompetitor mu, cukup buka top 1 (artikel teratas).

Tapi, saya sarankan untuk buka beberapa halaman. Makin banyak makin baik. Bahkan kalau bisa, kamu cek juga halaman kedua karena biasanya artikel-artikel bagus masih tenggelam di hasil pencarian dan kalah oleh web-web besar yang Domain Authority-nya bagus padahal kualitas, kuantitas, dan readability dari artikelnya bisa jadi lebih baik dari yang di page one.

Jika sudah kamu buka artikel-artikel kompetitor mu, tugas kamu adalah MEMBACA. Saya tekankan sekali lagi, MEMBACA. Baca perlahan dan pahami isi dari artikel. Bukan membaca menggunakan teknik SCANNING atau SKIMMING.

Sambil membaca, rangkum 3 aspek dari konten kompetitor mu. Aspek yang dimaksud adalah:

  1. Poin apa saja yang disajikan
  2. Kelebihan dari konten
  3. Kekurangan dari konten

Kamu nggak perlu membuat rangkuman yang terlampau rapi, cukup poin-poin saja yang penting semua aspek tersebut ada di rangkuman kamu.

Untuk bagian kelebihan dan kekurangan itu kembali ke kamu. Kelebihan dan kekurangan ini dilihat dari perspektif pembaca.

Misalnya kelebihannya adalah to the point, bahasanya mudah dipahami, ringkas dan jelas. Kelemahannya penjelasan kurang detail dan tidak ada contoh, bahasanya kaku seperti hasil terjemahan.

Cukup seperti itu. Lakukan ini di semua artikel kompetitor yang kamu buka. Durasi rata-rata artikel yang majang di page one adalah 1000-2500 kata dengan estimasi waktu baca rata-rata 5-10 menit per artikel.

Kalau kamu membuka 3 artikel sebagai referensi dan membuat rangkuman, maka kamu bisa menghabiskan maksimal 30 menit untuk riset ini.

Secara keseluruhan, untuk tahap Amati ini kamu bisa menghabiskan waktu sekitar 1 jam.

2. Tiru

Tugas selanjutnya adalah membuat konten berdasarkan hasil rangkuman kamu dari web-web kompetitor mu. Pada tahap ini, yang perlu kamu lakukan adalah menulis keseluruhan artikel dan memastikan bahwa semua poin yang dibahas di artikel kompetitor mu ada di konten yang akan kamu buat.

Jangan dulu lakukan hal lain karena itu akan mengganggu konsentrasi. Serius! Saya sering mengalami hal tersebut.

Jika kamu mengambil lebih dari 1 referensi, pastikan poin-poin yang disajikan di semua referensi ada di konten yang kamu buat. Saya ambil contoh keyword target "cara menjual baju" seperti tabel berikut ini.

Dari catatan poin-poin tersebut saya membuat draft/ kerangka artikel/ konsep artikel seperti ini:

  1. Opening text / hook
  2. Media jualan baju
    1. Social media
    2. Marketplace
    3. Forum Jual Beli
  3. Cara mengoptimalkan jualan baju
    1. Cari reseller
    2. Buat promo
    3. Promosikan melalui iklan
  4. Kesimpulan/ Penutup

Yang saya perlu lakukan adalah membuat narasi untuk kerangka yang sudah saya buat di atas. Saya tekankan lagi bahwa pada tahap ini SEBAIKNYA kamu hanya MENULIS SAJA. Untuk proses optimasi on page dari artikel dilakukan setelahnya yaitu pada tahap Modifikasi

Untuk tahap ini biasanya memakan waktu 20-30 menit tergantung panjang teks yang kamu buat. Durasi 20-30 menit ini sesuai pengalaman saya menulis 1000-1500 kata di setiap postingan artikel saya di blog Ninura ini.

3. Modifikasi

Setelah kamu selesai menulis artikel, proses selanjutnya adalah modifikasi. Di tahap ini yang perlu kamu lakukan adalah membaca ulang teks yang sudah kamu produksi dan memastikan 2 hal:

  1. Kelebihan dari artikel kompetitor mu ada di kontenmu.
  2. Kekurangan dari artikel kompetitor mu ditutupi di kontenmu.

Biar lebih sederhana, izinkan saya memberi contoh dari contoh kata kunci "cara menjual baju" sebelumnya.

Kelebihan dari artikel kompetitor adalah ringkas dan jelas, maka saya pastikan bahwa tulisan saya tidak bertele-tele. Kalau bisa lebih lengkap tapi juga lebih ringkas (bedakan ringkas dengan singkat) dari artikel kompetitor.

Kekurangan dari artikel kompetitor adalah tidak ada contoh, maka saya akan memastikan bahwa di konten saya kekurangan tersebut tidak ada dengan memberikan contoh entah berupa media gambar atau penjelasan seperti ini.

Selain itu, pada tahap ini juga kamu harus melakukan optimasi on page baik untuk User Experience maupun untuk Search Engine. Hal yang harus dilakukan adalah menambahkan informasi pelengkap seperti headings, bullet points, media gambar/ audio/ video/ document dan juga menyisipkan link baik internal ataupun external. Tapi ini adalah tindakan opsional sekiranya kamu merasa memang perlu.

Contoh sederhananya ada di artikel ini, kamu bisa scroll ke atas dan temukan anchor text (disini) yang mana itu merujuk ke salah satu artikel blogodolar.com. Saya menyisipkannya setelah saya selesai menulis artikel ini karena saya rasa artikel itu bisa menjadi contoh dan tambahan informasi yang baik untuk pembaca.

Pada tahap modifikasi inilah kamu harus benar-benar fokus dan serius. Seharusnya pada tahap inilah seorang benar-benar merasa senang. Karena pada tahap ini, penulis diharuskan membaca dan menilai tulisannya sendiri.

Aspek pentingnya yang harus dijawab adalah: apakah penulis senang membaca tulisannya sendiri?

Kalau penulisnya sendiri tidak senang membaca tulisannya sendiri, bagaimana dengan pembaca? Saya sendiri kalau nulis bisa sampai 'geregetan' sendiri sambil bertanya-tanya, "ada yang kurang nggak siiih?".

Pada tahap ini biasanya saya bisa menghabiskan waktu sampai 1 jam atau lebih.

Setelah dirasa cukup yang perlu kamu lakukan adalah publikasi dan misimu untuk update konten blog mu pun tercapai.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, estimasi waktu yang kamu luangkan untuk menulis artikel dengan metode ATM sekitar 2-3 jam sehari. Bisa jadi lebih singkat, bisa jadi lebih lama tergantung bagaimana kamu mengembangkan konten kamu tersebut.

Percaya atau tidak artikel ini pun semi-semi ATM meskipun saya menulis tanpa melakukan tahap Amati dan Tiru. Tapi untuk proses Modifikasi, saya terapkan di artikel ini. Dan percaya atau tidak konten yang saya tulis ini pun mencapai 1000 kata lebih tanpa disadari.

Penutup

Itulah sedikit informasi, tips, yang bisa saya bagikan tentang cara menulis dengan metode ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) di blog.

Jika ada yang berpikiran, "Kok ribet sih?" maka saya akan jawab seperti ini:

Memang menjadi blogger yang bermanfaat itu ribet. Saya mencoba berbagi tips yang mengajak teman-teman blogger untuk menjadi blogger keren yang bisa memberi value (manfaat) dan bukan sekedar menjadi blogger yang mengejar AdSense.

Semoga tulisan ini ada manfaatnya dan jika ada yang ingin disampaikan tentang konten ini, silahkan sampaikan melalui kolom komentar di bawah. Terima kasih dan sampai jumpa di tulisan saya selanjutnya.

NOTE

Informasi yang terdapat pada artikel di atas bersifat tidak tetap dan bisa saja tidak lagi valid sewaktu-waktu. Jika ada informasi baik teks, gambar ataupun media lain yang tidak sesuai (beda tampilan misalnya), silahkan beritahu melalui kolom komentar agar artikel di atas dapat di-update. Terima kasih.

Nisfa Nurfadilah Rachmaniar
Nisfa Nurfadilah Rachmaniar Halo, saya Nisfa. Saya adalah pengelola dari Ninura, sebuah online shop yang sekaligus media informasi dan hiburan melalui beberapa anak situsnya. Salam kenal, dan semoga betah di Ninura.

Berlangganan via Email