Solusi Lengkap Masalah Iklan AdSense Dibatasi

Solusi Lengkap Masalah Iklan AdSense Dibatasi - Apa kamu menerima email dari Google AdSense yang berisi pembatasan tayangan iklan? Jika iya, pasti kamu merasa kaget dan bingung takut akun AdSense kamu kenapa-kenapa, iya kan? Jika kamu mengalami masalah iklan Adsense yang dibatasi, silahkan kamu baca artikel ini dan temukan solusi untuk masalah kamu tersebut.

Note: Artikel ini khusus untuk masalah iklan AdSense dibatasi di blog/ web atau lebih tepatnya untuk tipe monetisasi Ads For Content (AFC). Untuk YouTube ataupun AdMob sebenarnya sama tapi ada beberapa poin yang mungkin kurang relevan.

Latar Belakang

Jadi pada tanggal 11 November 2020, saya mendapat email dari Google AdSense yang intinya adalah pihak Google AdSense akan membatasi tayangan iklan di blog Ninura ini.

Isinya kurang lebih seperti gambar berikut ini:

Email yang saya terima memang berbahasa Inggris (saya juga nggak tahu kenapa), tapi isinya kurang lebih adalah seputar Iklan Google AdSense di blog ini akan dibatasi oleh pihak Google.

Awalnya saya merasa kaget saat membaca email tersebut dan sontak langsung memeriksa blog saya.

Pada pukul 7.30 WIB, iklan Google AdSense di blog ini semuanya blank tidak muncul. Saya kira itu karena koneksi internet saya. Saya pun mencoba me-refresh halaman awal blog saya beberapa kali dan hasilnya nihil.

Akhirnya saya memutuskan untuk membaca Policy Center sesuai dengan arahan di email. Dan, dari hasil mencari tahu alasan kenapa iklan saya dibatasi, akhirnya saya pun menemukan beberapa alasan sebagai berikut.

Alasan Iklan Google AdSense Dibatasi

1. Indikasi klik iklan sendiri oleh Publisher

Google AdSense menerapkan sebuah program rumit yang bisa membaca aktivitas pengguna/ pengunjung blog kita. Selain itu, Google AdSense juga menerapkan suatu kebijakan keras dimana publisher AdSense dilarang meng-klik iklan di blognya sendiri meskipun iklan itu menarik perhatian si publisher.

Jadi, kemungkinan besar iklan kamu dibatasi adalah karena kamu pernah sengaja/ atau tidak sengaja mengklik iklan di blog mu sendiri dan hal itu terdeteksi oleh Google.

2. Invalid Impression

Alasan lain yang memungkinkan terjadinya pembatasan tayangan iklan adalah karena ada indikasi Invalid Impression. Ini biasanya terjadi karena publisher terlalu sering refresh halaman blog/ web-nya sendiri sehingga iklan yang tayang di blog mereka juga ter-refresh dan menghasilkan impresi baru.

Sayangnya, meskipun tanpa disadari, hal ini dianggap sebagai tindakan mencurigakan dan merugikan bagi AdSense dan membuat AdSense dengan berat hati menilang akun AdSense kamu.

Jadi, kalau bisa, setelah jadi publisher AdSense, jangan terlalu sering buka-tutup halaman blog kamu sendiri. Jika memang perlu, hindari melakukan refresh dan coba untuk buka halaman artikel kamu saja.

3. Trafik Bot

Kalau dua alasan sebelumnya berhubungan dengan publisher sendiri, alasan lain yang membuat iklan AdSense dibatasi adalah AdSense mendeteksi adanya trafik mencurigakan (mungkin bot) yang hadir di blog kamu.

Karena AdSense sangat ingin melindungi kualitas trafik di iklan mereka, trafik-trafik mencurigakan akan dianggap spam traffic atau invalid traffic atau low-quality traffic yang mana kalau jumlahnya besar akan berimbas fatal pada akun AdSense.

Oleh karena itu, penting buat kamu memasang analytics pihak ketiga supaya kamu bisa menganalisa kualitas trafik blog kamu.

Mengenai trafik ini, perlu diketahui bahwa tanggung jawab pengelolaan kualitas trafik dari suatu blog diserahkan sepenuhnya kepada publisher. Jadi, kalau misalnya kamu nggak kelola kualitas trafik blog kamu dengan baik dan nantinya terjadi apa-apa sama akun AdSense kamu, kamu hanya bisa bilang, "Sayonara AdSense" karena dari awal Google AdSense sudah memperingatkan hal tersebut.

4. Konten tidak original

Faktor lain yang mungkin mempengaruhi dan menyebabkan iklan AdSense di blog kamu dibatasi adalah konten. Sebelum kamu mendaftar ke Google AdSense, kamu sudah disuguhkan Terms and Conditions untuk menjadi publisher AdSense dan disana ada peraturan tentang konten dimana konten di blog kamu harus:

  • Original, kamu membuat konten yang asli buatan kamu sendiri. Bukan menjiplak tulisan orang lain.
  • Has added value, kalaupun kamu menjiplak tulisan orang, setidaknya kamu menjiplak dengan metode ATM (amati, tiru, modifikasi). Jadi, kamu bukan melakukan Copy-Paste, tapi melakukan rewrite artikel.
Kalau konten kamu tidak memenuhi salah satu dari poin di atas, maka bisa jadi itulah alasan iklan di blog kamu dibatasi.

5. Blog yang Tidak User Friendly

Alasan lain yang mungkin menjadi penyebab kenapa iklan AdSense di blog dibatasi adalah karena tampilan blog yang tidak user-friendly. Yang dimaksud dengan blog tidak user friendly berhubungan dengan fitur blog dan desain blog.

Mengenai fitur blog bisa dari menu navigasinya yang sulit diakses oleh pengguna. Entah karena tombolnya terlalu kecil atau ada kerusakan script seperti fitur Jquery/ Javascript yang tidak berfungsi pada fitur di blog.

Selain itu, loading blog yang berat juga menjadi indikasi bahwa blog tidak user-friendly. Ini juga nantinya akan berimbas pada angka Bounce Rate yang tinggi.

Apa yang terjadi jika iklan dibatasi?

Jika kamu mendapatkan notifikasi iklan dibatasi, maka yang akan terjadi pada akun AdSense kamu antara lain:
  1. Iklan tidak tayang / blank.
  2. Kalau kamu sudah mencapai batas pencairan, maka pencairan itu ditunda sampai pembatasan selesai.
  3. Akun kamu semakin rawan permanen banned kalau kamu nggak memperbaiki masalah.

Solusi Iklan Dibatasi

Dari penjelasan beberapa alasan diatas sebenarnya sudah saya singgung sedikit tentang solusinya. Tapi biar lebih jelas lagi, saya akan rinci sebagai berikut.

1. Pasang Analytics / Pixel / Analytics Pihak Ketiga Lain

Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah memasang widget/ tool analytics apapun itu. Kamu bisa memanfaatkan Google Analytics, atau Pixel-nya Facebook, ataupun tool analytics pihak ketiga lain yang menurut kamu bisa membantu kamu menganalisa trafik di blog kamu.

Perhatikan darimana kamu mendapatkan trafik atau darimana trafik kamu berasal.

Google AdSense tidak pernah secara resmi mengatakan bahwa selain trafik organik dianggap sebagai low-quality traffic. Hanya saja, banyak pakar dan suhu-suhu blogger yang mengatakan demikian.

Jika kebanyakan trafik kamu berasal dari selain organik, evaluasi kenapa hal itu terjadi?

  • Jika kebanyakan direct, tanyakan pada diri kamu sendiri, sudah sebegitu baguskan brand blog kamu sampai-sampai kebanyakan orang yang mengunjungi blog kamu itu direct?
  • Jika kebanyakan referral, cari tahu darimana saja referral itu berasal. Jika dari web/ blog yang kamu ketahui maka itu aman, namun jika itu dari web/ blog yang kamu nggak tahu itu apa atau siapa, laporkan itu ke pihak Google AdSense atau screenshot sebagai bukti laporan kalau-kalau akunmu kenapa-napa.
  • Jika kebanyakan social, coba evaluasi, seberapa sering kamu men-share link blog kamu di sosmed? Apakah jumlah view yang didapat dari sosmed dan yang didapat blog mu sesuai? Jika tidak, ada kemungkinan invalid traffic disana.

2. Update Konten Terus

Setelah kamu menganalisa performa trafik blog kamu, yang perlu kamu lakukan hanya terus mengupdate konten yang berkualitas di blog kamu dan memastikan konten kamu itu bisa memperbaiki atau mempertahankan kualitas trafik organik blog kamu.

Ini poin utamanya menurut saya.

Kualitas konten kamu akan berhubungan erat dengan kualitas trafik yang akan kamu dapat. Jadi, selama masa pembatasan iklan tersebut, jangan malah berhenti menulis/ membuat konten.

Justru pada saat inilah kemampuan seorang Blogger diuji.

Silahkan kamu produksi konten-konten valuable yang sekiranya punya daya tarik untuk audience kamu sehingga trafik organik kamu pun meningkat.

Sampai kapan?

Nggak ada ketentuan pasti. Dari email yang saya dapat, disana dijelaskan bahwa pembatasan tayangan iklan bisa 1 jam, 1 hari, 1 minggu, 1 bulan atau mungkin lebih lama. Umumnya kurang dari 30 hari sudah tayang lagi.

Tapi itu tergantung dari kualitas trafik yang didapat di blog kamu.

Oleh karena itu, kunci utamanya adalah terus buat konten dan jangan kasih kendor.

Perlukah copot iklan AdSense?

Salah satu gosip yang pernah saya dengar kalau kena pembatasan iklan adalah harus copot kode script AdSense dari blog. Saya kurang tahu kenapa. Tapi, jujur menurut saya ini keliru dan cape-capein diri sendiri aja.

Kenapa?

Iklan AdSense yang sedang dibatasi itu tidak akan menghasilkan impresi apapun karena iklan tidak akan tayang.

Selain itu, kalau script iklan AdSense dicopot dari Blog, terus bagaimana caranya pihak AdSense bisa menganalisa trafik dari blog?

Emang sih bisa dengan data dari Google Analytics, kan masih sama-sama Google. Tapi gimana kalau publisher nggak memakai Google Analytics? Kan bisa pakai data dari Google Search Console. Nah loh, kok jadi ngeribetin pihak AdSense, sih?

Ingat, tim AdSense juga manusia dan mereka itu ingin bekerjasama/ berkolaborasi dengan publishernya. Jadi, bantulah tim AdSense dengan mempermudah kerja mereka.

Oleh karena itu, menurut saya pribadi ini adalah salah satu isu yang perlu diluruskan.

Penutup

Setelah saya baca-baca tentang kebijakan pembatasan iklan dan menerapkan apa-apa yang saya sampaikan di atas, akhirnya per pukul 9.10 di hari yang sama, iklan di blog saya pun kembali muncul.

Yang ingin saya tekankan disini adalah:
  1. Nggak perlu copot script iklan.
  2. Tetap buat konten yang berkualitas. Pada rentan waktu tersebut saya publish 2 konten, 1 konten produk dan 1 konten tulisan.
  3. Analisa trafik dan cari tahu sumber-sumber trafik yang sekiranya mencurigakan. Kalau nggak ada ya sudah.
  4. Berdoa saja, karena AdSense tidak bodoh. AdSense bisa membedakan mana yang sengaja ataupun tidak disengaja.

Itu saja yang bisa saya sampaikan tentang solusi Solusi Lengkap Masalah Iklan AdSense Dibatasi. Jujur, ketimbang artikel yang bermanfaat ini lebih seperti saya curhat saja. Tapi semoga ada manfaat dari apa yang sudah saya tulis. Jika ada yang kurang jelas, silahkan tanyakan melalui kolom komentar di bawah. Terima kasih dan sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Komentar

Sebelum Posting Komentar

Harap berikan komentar yang relevan dengan topik tulisan.
Jangan menyertakan link yang tidak berhubungan dengan konten tulisan. Apabila komentar mengandung link (apalagi yang tidak relevan), maka komentar akan dihapus.
Budayakan sopan santun, hindari penggunaan bahasa yang provokatif, SARA, pornografi.
Kritik dan saran yang membangun untuk konten ataupun untuk blog sangat berarti bagi Ninura.