Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Tips Memilih Supplier Untuk Bisnis Dropship

Tips Memilih Supplier Untuk Bisnis Dropship - Kamu mau mulai bisnis dropship tapi masih terhambat karena belum bisa menentukan supplier yang tepat? Sudah nemu supplier tapi masih ragu? Apa sih yang buat kamu ragu? Kamu nggak yakin apakah supplier kamu bisa diandalkan atau nggak?

Biar kamu nggak bingung, coba kamu baca beberapa tips memilih supplier untuk bisnis dropship di bawah ini. Harapannya, setelah membaca ini, kamu tahu dan yakin untuk menentukan supplier kamu nanti.

Apa saja faktor yang harus diperhatikan saat mencari supplier?


1. Bersedia Menjadi Supplier

Hal pertama yang harus dipastikan terlebih dahulu adalah kesediaan calon supplier kamu untuk menyuplai produknya ke kamu. Kamu bisa memastikannya dengan bertanya langsung ke supplier, "Kalau saya mau jualin barangnya boleh nggak?"

Kalau jawabannya dari si calon supplier ternyata BOLEH, maka sudah bisa dipastikan bahwa untuk faktor yang satu ini sudah aman.

Kenapa hal ini sering jadi masalah? Karena banyak dropshipper yang tidak mencari tahu terlebih dahulu apakah si calon supplier mereka bersedia atau tidak. Sehingga, ketika si dropshipper dapat orderan, mereka kewalahan karena produknya ternyata tidak akan dikirim oleh si supplier. Atau bisa juga karena stoknya tidak ada.

Kalau dropshipper ilegal, ya tentu hal seperti itu lumrah terjadi. Namun, jika kamu benar mau menekuni bisnis dropship ini, ada baiknya kamu beritikad baik ke calon supplier-mu.


2. Ketersediaan Barang

Nah, faktor yang satu ini juga nggak kalah penting. Ketika kamu memilih supplier, hal yang harus kamu cari tahu adalah bagaimana ketersediaan barangnya. Apakah stok dari barang yang akan kamu jual limited? Atau diproduksi kembali?

Jangan sampai kamu menjual barang yang ternyata setelah sold out tidak diproduksi lagi oleh si penjual. Bisa jadi masalah serius buat kamu nantinya.

Kamu bisa mencari tahu tentang ini dengan bertanya langsung ke supplier atau mencari info di laman resminya. Jika di marketplace, kamu bisa lihat dari histori transaksi dari barang yang kamu akan jual. Apakah stoknya banyak? Apakah repeat ordernya tinggi, dan apakah barang tersebut sudah lama ada?

Jika ternyata stoknya banyak, berarti barang itu bisa kamu dropship.

Jika repeat order-nya tinggi, kemungkinan barang pernah sold out dan sudah diproduksi lagi. Jika demikian berarti barang itu bisa kamu dropship.

Jika barang tersebut sudah lama ada dan ternyata masih ready, berarti barang tersebut long-term dan mungkin saja akan terus diproduksi selama pasarnya masih ada.

Nah, jika kamu sudah bisa pastikan ketersediaan barang dari ketersediaan barang maka faktor yang satu ini sudah bisa dianggap aman.


3. Pesan Menggunakan Resi Otomatis

Jika kamu seorang dropshipper yang berpikir panjang, tentu kamu nggak akan menjual produk dropship-an-mu di social media saja. Kamu pasti juga berpikiran untuk memasarkannya di marketplace. Dan perlu kamu ketahui, rata-rata marketplace sekarang sudah menerapkan resi otomatis yang mana resi tinggal di print out lalu ditempelkan saja di paket.

Jadi, faktor yang harus kamu cari tahu selanjutnya adalah bisa atau tidaknya kamu melakukan order menggunakan resi otomatis. Jika tidak bisa, kamu tetap bisa memasarkan produk tersebut. Namun sebatas melalui langsung/ closing manual. Kamu tidak bisa memanfaatkan fitur resi otomatis karena nanti pengiriman akan tertunda lama mengingat metode pengirimannya panjang.

DARI SUPPLIER > KURIR > KAMU > KURIR LAGI > PELANGGAN KAMU.

Untuk satu order kamu bisa makan waktu sampai 3-6 hari tergantung jarak pengiriman dari supplier ke kamu.

Untuk faktor yang satu ini sifatnya opsional, hanya pertimbangan kalau kamu mau memasarkan produk dropship-mu ke marketplace seperti Shopee, Lazada, Tokopedia dan Bukalapak.


4. Kecepatan Pengemasan dari Supplier

Faktor selanjutnya yang perlu kamu perhatikan adalah kecepatan pengemasan dari supplier. Saat sedang berjualan online, tentu yang sangat bermain selain pelayanan dan harga adalah kecepatan pengemasan. Untuk saat ini, rasio umum untuk pengemasan suatu barang adalah 1x24 jam setelah pembayaran. Jadi, kamu bisa cari tahu bagaimana proses pengemasan dan pengiriman dari calon supplier kamu. Lebih dari target 1x24 jam atau bisa memenuhi.

Kalau ternyata bisa memenuhi, maka supplier tersebut bisa kamu centang sebagai salah satu referensi kamu nantinya. Jika tidak, pertimbangkan lagi untuk menggunakan produk dari supplier tersebut.


PENUTUP

Itulah beberapa faktor yang perlu kamu perhatikan saat kamu hendak memilih supplier untuk bisnis online dropship kamu. Jika sekiranya ada yang membingungkan atau ingin ditambahkan, silahkan melalui kolom komentar di bawah. Semoga tips ini bermanfaat dan sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Nisfa Nurfadilah Rachmaniar
Nisfa Nurfadilah Rachmaniar Halo, saya Nisfa. Saya adalah pengelola dari Ninura, sebuah online shop yang sekaligus media informasi dan hiburan melalui beberapa anak situsnya. Salam kenal, dan semoga betah di Ninura.

Berlangganan via Email