Perubahan Kebijakan Pencairan GoBiz/ GoFood, Baik atau Buruk? - Ninura
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Perubahan Kebijakan Pencairan GoBiz/ GoFood, Baik atau Buruk?

Perubahan Kebijakan Pencairan GoBiz/ GoFood, Baik atau Buruk? - Beberapa waktu lalu, saya mendapat email dari GoBiz atau GoFood tentang perubahan kebijakan pencairan saldo ke rekening.

Lebih jelasnya adalah seperti banner pengumuman berikut ini.

banner perubahan kebijakan gobiz
Gambar diambil dari NINURA
Bersamaan dengan pengumuman ini, diterangkan juga tentang kebijakannya dimana apabila dalam satu hari saldo yang didapat dari usaha dibawah Rp25.000, maka saldo akan ditahan di akun GoBiz dan apabila dalam sehari saldo mencapai lebih dari atau sama dengan Rp25.000, maka pencairan dilakukan seperti biasa, yaitu keesokan harinya.

Nah, karena kebijakan ini menurut saya cukup merugikan bagi beberapa merchant kecil atau baru yang pendapatannya di Gobiz belum menentu, saya mau sedikit bahas perihal kebijakan ini dari sudut pandang saya pribadi sebagai user sekaligus merchant dari GoBiz.

Sebelumnya saya mau beri tahu dulu bahwa saya adalah user baru di GoBiz dan baru beberapa minggu ini aktif menggunakan aplikasi ini untuk memasarkan jualan saya.

Dan sepengalaman saya sebagai user baru, kebijakan ini sungguh memberatkan saya karena income saya masih tidak jelas. Kadang ada order masuk kadang seharian tetap 0.

Terlebih barang dagangan saya di GoFood dijual dikisaran Rp20.000 per porsi yang mana perlu kamu tahu bahwa uang yang saya terima sekitar Rp16.000 saja untuk setiap 1 porsinya karena ada potongan admin dari pihak Gobiz sebesar 20% atau Rp4.000 untuk produk jualan saya.

Dengan kebijakan ini, berarti mau tidak mau saya harus berpikir keras agar setiap saya mendapat 1 order uangnya bisa cair.

Dan 1 halnya yang terpikir oleh saya adalah membuat fake order untuk menambah saldo di GoBiz saya. Karena saya tidak bisa memaksa pelanggan offline saya untuk sengaja memesan dagangan saya via gofood.

Memang betul kebijakan ini tidak terlalu berpengaruh, bagi merchant yang restonya sudah 'jadi'.

Tapi saya nggak membahas soal resto-resto besar yang omzetnya sudah ratusan ribu sampai jutaan per hari. Seperti yang saya bilang di awal, saya mengungkapkan pendapat sebagai user baru yang restonya belum mempunyai pendapatan stabil dari GoBiz seperti saya.

Saya pun tidak tahu kenapa pihak Gojek atau lebih tepatnya GoBiz memberlakukan kebijakan ini. Namun, mengedepankan khusnudzon, saya yakin itu adalah keputusan terbijak untuk kebaikan GoBiz dan juga mitra merchantnya.

Saran untuk GoBiz

Sebagai user Gobiz menanggapi update kebijakan ini, saya mempunyai suatu saran yang semoga saran ini solutif dan dibaca oleh pihak Gojek atau lebih khususnya Gobiz.

Menurut saya, alangkah lebih baik jika Gobiz memberlakukan sistem dompet dimana merchant tahu berapa uang atau saldo yang mereka miliki dan merchant punya hak untuk mencairkan dana tanpa minimum dan kapanpun tanpa jadwal tertentu. Ya, mungkin seperti sistem di marketplace.

Ya tapi ini tetaplah hanya sekedar opini. Sekali lagi, saya yakin Gojek dan Gobiz sudah mempertimbangkan matang-matang tentang keputusan ini. Jadi saya mendukung sepenuhnya dengan kebijakan baru ini.

Mungkin itu saja yang ingin disampaikan, semoga opini ini bermanfaat dan sampai jumpa di tulisan saya lainnya.

NOTE

Informasi yang terdapat pada artikel di atas bersifat tidak tetap dan bisa saja tidak lagi valid sewaktu-waktu. Jika ada informasi baik teks, gambar ataupun media lain yang tidak sesuai (beda tampilan misalnya), silahkan beritahu melalui kolom komentar agar artikel di atas dapat di-update. Terima kasih.

Nisfa Nurfadilah Rachmaniar
Nisfa Nurfadilah Rachmaniar Halo, saya Nisfa. Saya adalah pengelola dari Ninura, sebuah online shop yang sekaligus media informasi dan hiburan melalui beberapa anak situsnya. Salam kenal, dan semoga betah di Ninura.

Berlangganan via Email