Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Jenis Trafik Blog Berdasarkan Google Analytics

Jenis Trafik Blog Berdasarkan Google Analytics - Pada kesempatan kali ini saya akan coba membahas beberapa jenis trafik blog berdasarkan data dari Google Analytics. Harapannya, dengan mengetahui jenis trafik blog ini kamu bisa mempertimbangkan cara untuk mengembangkan blog kamu. Saya akan menjelaskan satu per satu menggunakan metode order of importance dimana poin pertama adalah yang terpenting dan diikuti oleh yang selanjutnya. Tanpa basa-basi lagi, silahkan dibaca penjelasan saya berikut.

1. Organic Traffic (Trafik Organik)

Trafik organik adalah trafik yang berasal dari hasil pencarian mesin pencarian. Saya perlu tekankan disini, hasil pencarian mesin pencari. Jadi, bukan hanya Google saja yang menjadi sumber trafik melainkan ada juga Bing, Yahoo, DuckduckGo, Yandex dan masih banyak mesin pencari (search engine) lainnya. Trafik organik adalah jenis trafik yang paling optimal dan baik bagi blog maupun bagi advertiser karena pengunjung yang datang dari hasil pencarian pasti mencari sesuatu yang blog kamu tawarkan sehingga besar kemungkinan pengunjung tersebut betah berlama-lama di blog kamu sampai mereka merasa cukup terbantu atau kebutuhan mereka terselesaikan.

Karena menduduki peringkat pertama untuk kualitas, banyak blogger yang rela melakukan riset untuk bisa membawa sebanyak mungkin kunjungan organik ini. Oleh karena itulah, forum-forum SEO banyak dibuka dan riset seputar SEO pun banyak dilakukan. Jika memungkinkan,  pelajarilah tentang SEO ini agar kamu bisa menikmati manfaat dari trafik organik ke blog kamu.

2. Direct Visitors

Direct visitors adalah trafik yang datang dari hasil penulisan URL atau alamat blog kamu secara langsung. Menurut saya, trafik yang digolongkan sebagai direct adalah trafik terbaik kedua setelah organik. Kenapa? Karena orang-orang yang mengunjungi blog kamu secara direct (langsung) berarti pernah mengunjungi blog kamu, karena alasan-alasan tertentu mereka ingat dengan blog kamu dan langsung menuliskan alamat blog kamu untuk mengunjungi kembali blog kamu tersebut. Hal ini berarti dua hal:

  1. Blog kamu membagikan konten yang bermanfaat bagi orang tersebut.
  2. Strategi branding untuk blog kamu berhasil dengan baik.

Jika kamu ingin mendapatkan direct visitors yang tinggi dan konstan, kamu perlu memperhatikan bagaimana penyajian konten kamu, semakin khas dan berbeda cara penyajiannya, semakin besar kemungkinan orang akan mengingat blog kamu, baik nama ataupun alamat blog kamu tersebut.

3. Social Visitors

Social visitors adalah pengunjung yang datang melalui social media seperti Facebook, Twitter, Instagram ataupun social media lainnya. Untuk mendapatkan trafik dari social media, yang perlu kamu lakukan adalah sering-sering membagikan link untuk konten-konten blog kamu ke social media. Pastikan konten yang kamu bagikan, kamu share ke grup ataupun ke komunitas yang relevan dengan konten kamu tersebut. Pastikan kamu tidak melakukan spamming ke grup atau komunitas yang tidak relevan hanya untuk meningkatkan trafik blog kamu untuk sementara. Jenis social visitors ini bisa menjadi pisau bermata dua bagi kamu karena sekarang banyak orang yang tidak bertanggung jawab yang bisa saja merusak kualitas blog kamu dengan cara melakukan Jingling. Untuk yang belum tahu tentang jingling, saya akan jelaskan di lain artikel. Intinya adalah social visitors bisa jadi pendongkrak untuk kualitas SERP blog kamu namun juga bisa merusak ketika kamu salah mengoptimasinya.

4. Referral Visitors

Referral visitors adalah pengunjung yang datang dari link website perujuk. Misalnya konten kamu di rewrite oleh seseorang dan menaruh link ke blog kamu sebagai rujukan. Lalu, ada orang yang mengklik link tersebut hingga masuk ke blog kamu, maka orang tersebut akan digolongkan sebagai referral visitors oleh Google Analytics. Sebenarnya saya ingin menaruh referral visitors di nomor tiga dilihat dari segi kualitas trafik. Meski begitu, tak bisa dipungkiri bahwa jumlah referral visitors lebih sulit didapatkan ketimbang social visitors. Oleh karena itu, saya memutuskan menempatkan referral visitors di posisi keempat.

Untuk mendapatkan referral visitors, kamu harus sering-sering melakukan content placement di blog atau website orang lain dan memberikan backlink yang mengarah ke blog kamu sebagai gantinya. Backlink seperti ini juga tergolong sebagai backlink berkualitas yang bagus untuk SEO blog kamu. Meski begitu, kamu perlu waktu lebih banyak dan kerelaan membagikan tulisan kamu untuk dipublish di blog orang lain. Atau kamu juga bisa sering-sering membagikan link di forum seperti Quora atau Kaskus untuk mendapatkan referral visitors. Intinya, untuk mendapatkan banyak referral visitors, kamu harus sering-sering menebar backlink untuk blog kamu di blog dan forum-forum online.

5. Others

Others adalah jenis visitor atau kunjungan yang tidak bisa dievaluasi oleh Google Analytics. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa alasan. Bisa jadi karena visitor adalah bot atau bisa juga karena pengguna menonaktifkan cookie atau mengaktifkan fitur Do Not Track di browser mereka sehingga Google Analytics sulit mengkategorikan jenis visitor tersebut. Karena informasi yang bisa diolah mengenai pengguna sangat terbatas, kualitas jenis others ini saya anggap kurang bagus bagi nilai SEO maupun iklan. Meski begitu, saya tidak akan memukul rata bahwa semua kunjungan yang masuk kategori others ini buruk. Saya yakin, meski begitu, masih ada nilai tertentu yang bisa didapat dari kunjungan tersebut.

Itulah penjelasan tentang jenis-jenis visitor blog berdasarkan diagram dari Google Analytics. Semoga penjelasan saya di atas cukup jelas. Jika ada yang kurang jelas, silahkan tanyakan melalui kolom komentar di bawah ini. Terima kasih dan sampai jumpa di tulisan saya lainnya.

Nisfa Nurfadilah Rachmaniar
Nisfa Nurfadilah Rachmaniar Halo, saya Nisfa. Saya adalah pengelola dari Ninura, sebuah online shop yang sekaligus media informasi dan hiburan melalui beberapa anak situsnya. Salam kenal, dan semoga betah di Ninura.

Berlangganan via Email