Review Film Tumbbad (2018)

Review Film: Tumbbad (2018) - Halo teman-teman. Kali ini, saya mau me-review satu lagi film yang baru selesai saya tonton, yaitu film lama tahun 2018 berjudul Tumbbad. Untuk yang mau tahu lebih jelasnya, langsung dibaca aja, ya review saya di bawah.

Informasi Film

  • Judul Film: Tumbbad
  • Tahun Rilis: 2018
  • Sutradara/ Penulis: Anand Gandhi
  • Sumber Cerita: Original
  • Genre: Horror
  • Artis Pemain: Sohum Shah, Jyoti Malshe, Anita Date

Sinopsis Film

Seorang pria mendapat akses menuju emas tanpa batas berkat kutukan dari dewi, Saat alam semesta diciptakan, Dewi kemakmuran simbol emas dan makanan melahirkan 16 dewa dan dewi crore. Devi sangat menyayangi anak pertama Hastar. Namun Hastar menginginkan semua makanan dan juga emas yang dipunyai Dewi.

Dia berhasil mendapatkan akses ke emasnya namun saat dia datang mendapatkan makanan, sesama Dewa dan Dewi menyerang. Sebelum dia benar-benar hancur, Dewi kemakmuran menyelamatkan dirinya menjaga dia di rahimnya namun dengan satu syarat tidak ada yang boleh menyembahnya dan dia harus dilupakan.

Berabad-abad selanjutnya penduduk desa Tumbbad membuat kuil menghormati Hastar mengubah desa mengalami kutukan. Hal ini menjadi desa turun hujan terus menerus. Pada 1918, Vinayak adik laki-laki Sada dan Ibu mereka tinggal di desa tersebut. Sang Ibu simpanan dari desa Sarkar yang tinggal di wada yang mana kuil Hastar berada.

Vinayak dan Sada merupakan anak tidak sah dari Sada dan Vinayak. Sarkar telah berusaha menemukan harta yang dipunyai Hastar namun pencariannya berubah sia-sia dan dia berhasil mendapati hanya satu koin emas. Ibu Sarkar wanita tua yagn malang menolak mati dan Ibu Vinayak merawatnya.

Sarkar mati dan keesokan hari, Sada jatuh dari pohon dan meninggal. Sang Ibu memegang koin emas dari kuil dan meninggalkan Tumbbad penuh harapan mendapati harta yang hilang. keberuntungan hadir pada Vinayak sebab dia mendapati cara yang mengarahkan koin emas tak terbatas. Namun dia hanya memegang koin tertentu di suatu waktu.

Vinayak menukarkan koin-koin tersebut dengan rentenir Raghav yang curiga terhadap Vinayak dan cara dia mendapati koin secara teratur. Tidak mampu mengendalikan rasa ingin tahu dan putus asa mendapatkan uang cepat mendapatkan lisensi dari bisnis opiumnya Raghav menuju ke perkebunan guna mendapatkan koin emas. Selebihnya, lebih baik anda tonton sendiri film ini di bioskop kesayangan anda.

Review

Storyline

Dari segi cerita menurut saya film ini cukup baik. Alur yang dibuat memang cukup mudah dipahami meskipun ada beberapa scene yang maju-mundur. Jadi kalau untuk cerita dari film Tumbbad ini oke, sih.

Dari film ini juga kita jadi bisa sedikit belajar tentang bagaimana orang-orang India memaknai dewa dalam suatu keyakinan. Sungguh suatu film yang ceritanya sarat ilmu untuk yang menonton.

Karakter

Untuk karakter yang ada di film ini sangat keren. Pemeranan setiap karakter terasa begitu natural. Nggak ada alasan untuk nggak suka ke setiap karakter yang ada di film ini.

Setiap karakter yang ditampilkan punya sifat yang sangat familiar dengan kehidupan berkeluarga pada umumnya. Jadi, setiap karakter tuh kayanya bisa diterima deh oleh setiap orang yang nonton.

Grafis

Untuk grafis dari film ini saya rasa cukup memuaskan dan memanjakan mata. Karena setting waktu dan tempat adalah masa lalu yang serba tradisional, pengaturan sinematografis (menurut saya pribadi loh, ya) sangat baik dan detail.

Meski begitu, perlu saya akui bahwa untuk animasi dan efek yang ditunjukkan dari film ini masih kurang greget. Terutama ketika film ini mulai memunculkan si dewa atau iblis atau apalah itu yang keliatan banget CGI-nya.

Audio

Kalau dari segi audio kayanya cukup deh. Berhubung saya nggak nonton di bioskop (a.k.a gratisan) jadi saya merasa untuk kualitas suara sudah bisa dinikmati.

Overall

Secara keseluruhan, film ini sangat recommended untuk ditonton oleh keluarga. Ceritanya tidak terlalu berat dan bisa dicerna dengan mudah oleh remaja dan orang tua. Namun, mungkin ceritanya agak berat untuk anak-anak.

Moral of the Story

Hati-hati dengan uang

Menurut saya, film yang berasal dari mitologi India ini memiliki pesan moral yang sangat penting yang harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Film ini memberi kita gambaran tentang bagaimana bahayanya harta (khususnya uang) bagi setiap orang. Uang bisa membuat seseorang buta ataupun lupa dengan lingkungan sekitar.

Dalam film ini, kita bisa lihat bagaimana uang merubah sosok anak kecil yang polos dan penurut menjadi sosok yang tamak dan pembangkang. Lebih buruknya adalah ketika si orang tersebut sudah tahu pola mendapatkan harta yang berlimpah tersebut, ia tidak serta merta puas. Ia ingin mendapatkan lebih banyak uang (koin emas) lagi.

Pesan tersebut sangat mengena bagi kita yang masih hidup dan cenderung mengejar uang. Kita harus ingat bahwa uang bukanlah segalanya dan jangan sampai kita menjadikan uang prioritas utama kita.

Anak adalah prioritas orang tua

Di film ini, kita akan diperlihatkan sosok orang tua yang selalu melakukan segala hal bagi anaknya. Memperlakukan anaknya dengan sedikit 'keras', tapi semua itu untuk kebaikan anaknya. Kadang si anak membantah si orang tua merasa benar, pada saat itu pasti terjadi konflik dimana orang tua merasa gagal sebagai orang tua sekaligus tidak ingin diajari oleh anaknya. Namun, pada akhirnya orang tua akan mengalah demi kebahagiaan anaknya. Sampai-sampai, orang tua rela mempertaruhkan nyawanya untuk kebahagiaan dan kesuksesan anaknya. Sungguh, pesan ini tersampaikan dengan cukup baik dalam film ini.

Inilah sedikit review saya untuk film Tumbbad (2018). Semoga tulisan ini bisa menjadi referensi bagi kamu yang sedang mencari tontonan baik untuk pribadi maupun untuk keluarga. Jika ada yang ingin ditanyakan, silahkan tanyakan saja melalui kolom komentar. Terima kasih telah berkenan membaca dan sampai jumpa di tulisan saya lainnya.

Komentar

Sebelum Posting Komentar

Harap berikan komentar yang relevan dengan topik tulisan.
Jangan menyertakan link yang tidak berhubungan dengan konten tulisan. Apabila komentar mengandung link (apalagi yang tidak relevan), maka komentar akan dihapus.
Budayakan sopan santun, hindari penggunaan bahasa yang provokatif, SARA, pornografi.
Kritik dan saran yang membangun untuk konten ataupun untuk blog sangat berarti bagi Ninura.